Rabu, 20 Juni 2012

PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISME

PRASANGKA DAN DISKRIMINASI
Prasangka atau prejudice berasal dari kata latian prejudicium, yang pengertiannya sekarang mengalami perkembangan sebagia berikut :
1.    semula diartikan sebagai suatu presenden, artinya keputusan diambil atas dasar pengalaman yang lalu
2.    dalam bahas Inggris mengandung arti pengambilan keputusan tanpa penelitian dan pertimbangan yagn cermat, tergesa-gesa atau tidak matang
3.    untuk mengatakan prasangka dipersyaratkan pelibatan unsur-unsur emosilan (suka atau tidak suka) dalam keputusan yang telah diambil tersebut

Dalam konteks rasial, prasangka diartikan:”suatu sikap terhadap anggota kelompok etnis atau ras tertentu, yang terbentuk terlalu cepat tanpa suatu induksi ”. Dalam hal ini terkandung suatu ketidakadilan dalam arti sikap yang diambilkan dari beberapa pengalaman dan yang didengarnya, kemudian disimpulkan sebagai sifat dari anggota seluruh kelompok etnis.

Prasangak diaratikan suatu anggapan terhadap sesuatu dari seseorang bahwa sesuatu itu buruk dengan tanpa kritik terlebih dahulu. Baha arab menyebutnya “sukhudzon”. Orang, secara serta merta tanpa timbang timbang lagi bahwa sesuatu itu buruk. Dan disisi lain bahasa arab “khusudzon” yaitu anggapan baik terhadap sesuatu.
Prasangka menunjukkan pada aspek sikap sedangkan diskriminasi pada tindakan. Menurut Morgan (1966) sikap adalah kecenderungan untuk merespon baik secara positif atau negarif terhadap orang, obyek atau situasi. Sikap seseorang baru diketahui setelah ia bertindak atau beringkah laku. Oleh karena itu bisa saja bahwa sikap bertentangan dengan tingkah laku atau tindakan. Jadi prasangka merupakan kecenderungan yang tidak nampak, dan sebagai tindak lanjutnya timbul tindakan, aksi yang sifatnya realistis. Dengan demikian diskriminatif merupakan tindakan yang relaistis, sedangkan prsangka tidak realistis dan hanya diketahui oleh diri individu masing-masing.

Prasangka ini sebagian bear sifatnya apriori, mendahului pengalaman sendiri (tidak berdasarkan pengalaman sendiri), karena merupakan hasil peniruan atau pengoperan langsung pola orang lain. Prasangka bisa diartikan suatu sikap yang telampau tergesa-gesa, berdasarkan generalisasi yang terlampau cepat, sifat berat sebelah, dan dibarengi proses simplifikasi (terlalu menyederhanakan) terhadap sesuatu realita. Dalam kehidupan sehari-hari prasangka ini banyak dimuati emosi-emosi atau unsure efektif yang kuat.

Tidak sedikit orang yang mudah berprasangka, namun banyak juga orang-orang yang lebih sukar berprasangka. Mengapa terjadi perbedaan cukup menyolok ? tampaknya kepribadian dan inteligensi, juga factor lingkungan cukup berkaitan engan munculnya prasangka. Orang yang berinteligensi tinggi, lebih sukar berprasangka, mengapa ? karena orang-orang macam ini berikap dan bersifat kritis. Prasangka bersumber dari suatu sikap. Diskriminasi menunjukkan pada suatu tindakan. Dalam pergaulan sehari-hari sikap prasangka dan diskriminasi seolah-olah menyatu, tak dapat dipisahkan. Seseorang yagn mempunyai prasangka rasial, biasanya bertindak diskriminasi terhadap ras yang diprasangkainya. Walaupun begitu, biasa saja seseorang bertindak diskriminatof tanpa latar belakang prasangka. Demikian jgua sebaliknya seseorang yang berprasangka dapat saja bertindak tidak diskriminatif.

Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi :
1.    berlatar belakang sejarah
2.    dilatar-belakangi  oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional
3.    bersumber dari factor kepribadian
4.    berlatang belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama
Usaha-usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminai
1.    Perbaikan kondisi sosial ekonomi
2.    Perluasan kesempatan belajar
3.    Sikap terbuka dan sikap lapang

ETNOSENTRISME

Setiap suku bangsa atau ras tertentu memiliki ciri khas kebudayaan yang berbeda dan sekaligus menjadi kebanggaan mereka. Suku bangsa ras tersebut cendrung menganggap kebudayaan  mereka sebagai salah satu prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam dan sebagainya. Segala yang berbeda dengan kebudayaan yang mereka miliki, dipandang sebagai, dipandang  sebagai suatu yang kurang baik, kurang estetis, dan bertentang dengan kodratnya. Hal tersebut dikenal sebagai Etnosentrisme, yaitu suatu kecendrungan yang menganggap nilai dan norma kebudayaan sendiri sebagai suatu yang prima, terbaik, mutlak, dan dipergunakannya sebagai tolak ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain.
Etnosentirisme merupakan gejala sosial yang universal, dan sikap yang demikian biasanya dilakukan secara tidak sadar, dengan kata lain kecendrungan tidak sadar untuk menginterpresntasikan atau menilai kelompok lain dengan tolak ukur kebudayaannya sendiri. Etnosentrisme dapat dianggap sebagai dasar ideologi Chauvinisme yang pernah dianut  oleh orang Jerman pada zaman Nazi Hitler. Mereka merasa dirinya superior, lebih ungguk dari bangsa-bangsa lain dan memandang bangsa lain sebagai inferior, lebih rendah, nista, dan sebagainya.


Pelapisa Sosial Dan Persamaan Derajad


PELAPISAN  SOSIAL
Stratifikasi sosial (Pelapisan Sosial) adalah penggolongan untuk pembedaan orang-orang dalam suatu sistem sosial tertentu kedalam lapisan-lapisan hirarkhis menurut dimensi kekuasaan, previlese dan prestise. Penggolongan untuk pembedaan artinya: setiap induvidu menggolongkan dirinya sebagai orang yang termasuk dalam suatu lapisan tertentu (menganggap dirinya lebih rendah atau lebih tinggi daripada orang lain) untuk digolongkan kedalam lapisan tertentu Pelapisan sosial merupakan proses menempatkan diri dalam suatu lapisan (subyektif) untuk penempatan orang kedalam lapisan tertentu
Contoh Subyektif
1. Sekelompok orang karena faktor tertentu (biasanya status) tidak mau disamakan dengan sekelompok yang lain.
2. Sekelompok orang yang lebih kaya kadang merasa risih bergaul dengan yang miskin
Contoh Obyektif
Sekolompok orang merasa minder ( factor tertentu) apabila bergaul dengan orang kelasnya lebih diatasnya.
LAPISAN YANG ADA DI DAERAH PERIKANAN
Strata atas
Pamong desa, pemilik kapal, pemilik perahu, Para Ulama, Tokoh Masyarakat.
Strata menengah
Pedagang, Juragan, dll
Strata bawah
Buruh tani, Pendega, Tukang tarik dll
PENENTUAN STRATA
 1. Kekuasaan
Kesempatan yang ada pada seseorang didalam melaksanakan kemauannya dalam suatu tindakan
2. Previlese
Hak istimewa, Hak mendahului, Hak untuk memperoleh perlakuan khusus
3. Prestise
Kehormatan, yaitu mendapat pelayanan dan pengawalan ekstra dalam suatu pertemuan.


Persamaan derajad
Persamaan harkat adalah persamaan nilai, harga, taraf yang membedakan makhluk yang satu dengan makhluk yang lain. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai makhluk Tuhan yang dibekali cipta, rasa, karsa dan hak-hak serta kewajiban azasi manusia. Martabat adalah tingkatan harkat kemanusiaan dan kedudukan yang terhormat. Sedangkan derajat kemanusiaan adalah tingkatan, martabat dan kedudukan manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki kemampuan kodrat, hak dan kewajiban azasi.
Dengan adanya persamaan harkat, derajat dan martabat manusia, setiap orang harus mengakui serta menghormati akan adanya hak-hak, derajat dan martabat manusia. Sikap ini harus ditumbuhkan dan dipelihara dalam hubungan kemanusiaan, baik dalam lingkungan keluarga, lembaga pendidikan maupun di lingkungan pergaulan masyarakat. Manusia dikarunian potensi berpikir, rasa dan cipta, kodrat yang sama sebagai makhluk pribadi (individu) dan sebagai makhluk masyarakat (sosial).


           
 Kesamaan Derajat dapat dikatakan sebagai sesuatu yang memiliki status, tingkatan yang sama dalam lingkungan  atau daerahnya. Kesamaan derajat dalam istilah dibidang Kewarganegaraan adalah sama dalam arti tidak membedakan atau mengistimewakan seseorang. Kesamaan derajat tidak dilihat dari orang itu memliki harta berlimpah atau tidak, karena di mata Tuhan semua makhluk ciptaannya itu sama, hanya dibedakan dengan kesempatan dan takdir dari masing-masing orang.
            Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, karena manusia hidup harus saling membantu dengan sesamanya. Karena diluar sana masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita, setiap manusia sama derajatnya. Mungkin saat ini banyak sikap saling memilih, oleh karena itu negara ini tidak berkembang, kini saatnya bukannya saling mendiskriminasi, tetapi saling melihat diri, sikap dan perilaku kita.
            Kesamaan derajat terkadang membuat orang berwibawa dan sangat disegankan di sekitar lingkungannya, tetapi ada juga yang mereka ingin sama dengan apa yang mereka rasakan atau kenyataannya. Karena mereka tak ingin diperlakukan tak adil dengan semua yang akan dilakukan atau dilaksanakan oleh orang itu.
             Pelapisan sosial dan kesamaan derajat memiliki tali hubungan yang erat, karena kedua hal ini sangat berkaitan antar yang satu dengan yang lain.
Study Kasus 
            Pelapisan sosial antara kaum ningrat dengan kaum awam. Terkadang keluarga kaum ningrat tidak memperbolehkan anggota keluarganya berhubungan dengan kaum awam dikarenakan status sosial mereka yang berbeda.

Senin, 23 April 2012

4. Jelaskan mengenai pemuda dan sosialisasi. !


Pemuda dan Sosialisasi

     Pemuda dan masa depan bangsa tidak dapat di pisahkan, terlebih bangsa INDONESIA ku tercinta ini, tumpah darahku sedang menuju jalah kehancuran, dimana banyak pemuda-pemuda tidak berfungsi sebagai mana mestinya, sudah tidak perlu lagi apa yang harus di jelaskan tentang tergusurnya fungsi pemuda oleh para petua di indonesia, kalaupun ad peran pemuda di indonesia itu hanyalah kamuflase semata, atau bisa di bilang hanya simbolis saja.Sedih juga mendengar tentang kemirisan ini, jadi pengertian pemuda untuk saya hanyalah tumbuh dan berkembangnya anak kecil menjadi dewasa.

     Teknologi dan pemuda, di jaman sekarang sangat erat hubunganya, di mana ad perkembangan teknologi di sana para pemuda indonesia berada di paling depan untuk menggantikan para petua yang sudah tidak mengerti atau paham akan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Kita bisa lihat apa saja teknologi di indonesia yang berkembang pesat yang di pelopori oleh para pemuda. Dan sosialisai akan di dapatnya dari hasil perkembangan dan penelitian teknologi.
      Sosialisasi para pemuda sangat asyik untuk di amati, kita lihat saja contoh dari hasil kerja para pemuda di indonesia dari bidang teknologi dan menghasilkan sosialisasi yang sangat apik, "KOPROL" nah salah satu karya media sosial dari anak bangsa yang telah berhasil untuk sementara ini.

3. Jelaskan mengenai individu keluarga dan masyarakat. . !


Individu Keluarga dan Masyarakat

     Mengarah ke perkembangan teknologi yang sangat pesat di zaman sekarang ini, tak mengherankan bahwa individu atau perseorangan sangatlah semakin menonjol. Kurangnya berinteraksi dengan masyakarat di sekelilingnya dalam arti tidak secara langsung bertemu, bertatap muka untuk saling mengenal sifat dan tingkah laku satu sama lain, terkurung oleh kesibukan dan kegemaran untuk menggunakan barang yang semakin canggih, itulah yang di artikan dengan individu walaupun tidak seratus persen pengertian itu benar, dan itulah adalah pendapat saya.

     Dan semakin seiringnya berjalanya waktu sifat keindividuan seseorang akan mencapai puncaknya yaitu "bosan", butuh pendamping untuk menemani kesendirian, untuk mendapatkan perhatian dan tempat untuk mencurahkan segala kesulitan yang di temui. Maka seseorang yang individu itu akan membutuhkan sekumpulan individu yaitu keluarga. Keluarga, tempat terindah untuk menjalani hidup.

     lebih luas lagi arti sebuah keluarga maka, sebuah keluarga akan melakukan kegiatan sosialilasi ke wadah yang lebih luas yang di namakan "Masyarakat", yaitu yang terdiri dari beberapa keluarga yang mendiami suatu tempat atau wilayah untuk saling berhubungan menjalani kehidupan sehari-hari.

2. Jelaskan mengenai penduduk masyarakat dan kebudayaan !


Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan

          Jumlah penduduk dunia diperkirakan akan mencapai 7 milyar jiwa pada tahun 2012. Terdapat 6,7 miliar penduduk dunia saat ini dan Indonesia menempati peringkat empat dengan jumlah penduduk sekitar 237 juta penduduk yang saat ini di peroleh data dari Badan Pusat Statistik terhitung mulai oktober 2010. Bisa kita bayangkan akan penuh sesaknya bumi kita ini dengan semakin bertambah banyaknya populasi manusia dan penggandaan. Di Indonesia sendiri hal yang sangat mempengaruhi tidak terprogamnya pertambahan jumlah penduduk atau demorgafi adalah himbauan dari pemerintah yang kurang pro aktif untuk mengkampanyekan program KB dan masyarakat yang kurang menyadari akan besarnya jumlah ledakan penduduk yang akan bertambah tiap tahunya. Dari data Badan Pusat Statistik pertambahan jumlah penduduk tercatat dari tahun 2005 sampai 2010 adalah sekitar 30 juta manusia.


          Dan denga tercatatnya jumlah kematian kasar di Badan Pusat Statistik di setiap 1000 penduduk hanya 3 sampai 4 terjadi kematian tiap tahunya. Ini sangatlah tidak berimbang dengan jumlah perkembangan penduduk indonesia. Maka untuk mengatur meratanya pertumbuhan penduduk di indonesia, pemerintah harus menggaalakkan kembali program-progam yang sedang berjalan seperti sekarang ini, adalahh transmigrasi ataupun migragsi. Diharapkan dengan suksesnya program tersebut pemerataan jumlah penduduk dengan lokasi bertempat tinggalnya penduduk sendiri akan lebih merata.




          Dengan makin bertambahnya jumlah penduduk dan dengan semakin berkembangnya tehnologi maka masyarakat kita semakin lupa dengan kebudayaan kita sendiri, yaitu suatu sikap yang mencitrakan Indonesia di mata dunia. Kita sering mendengar bahkan melihat sendiri bagai mana perilaku masyarakat indonesia yang sangat melanggar nilai-nilai dari kebudayaan kita sendiri yang notabene budaya timur yang sangat erat hubunganya dengan agama dan keyakinan. Budaya barat yang terus masuk ke indonesia dan tanpa di imbangi dengan kesadaran kita sendiri untuk mempertahankan budaya kita akan semakin menggilas perilaku dan budaya masyarakat kita menjadi hal-hal yang negatif. Ini juga semakin menjauhnya kita untuk mendalai ilmu agama yang adalah penuntun jalah bagaimana cara menjalani kehidupan. Dan kita masyarakat indonesia tidak bisa menyalahkah budaya barat yang terus berkembang di negara kita. Saya harap semua rakyat indonesia dapat mempertahakan kebudayaan timurnya dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.



1. Apa yang dimaksud dengan Ilmu Sosial Dasar ? Jelaskan !


     Ilmu Sosial Dasar adalah mata kuliah yang mengasyikan. Membosankan? tentu tidak, apa yang ada di benak saya adalah sebuah mata kuliah yang melatih kepekaan kita akan sosialisasi, merasakan kehidupan yang jamak berada di tengah-tengah masyarakat. Kita bisa mempelajari hal itu semua pada mata kuliah Ilmu Sosial Dasar.

     Banyak materi yang di ajarkan pada mata kuliah ini. Dan saya sebagai mahasiswa yang baru saja mendapatkan mata kuliah ini saya akan coba merasakan dan terus mendalami hal-hal sesuatu yang  baru yang ada di mata kuliah ini.

  Untuk membedakan dengan IPS,,,menurut saya hanya berbeda tipis dengan IPS. Ilmu Pengetahuan Sosial,,hal sangat umum yang di pelajari, berbeda dengan Ilmu Sosial Dasar. Semua tentang dasr-dasar yang ada di dalam kesosialan akan di pelajari di sini.

   Semoga semua ini akan menjadi lompatan batu untuk saya , yang semakin dewasa yang semakin menuntut untuk terus bersosialisasi.

Selasa, 10 Januari 2012

TUGAS 4


4.1
Tolong-menolong:
Dalam kehidupan individu baik perseorangan atau sendiri, manusia tidak dapat hidup secara individual, karena kita sebagai manusia pasti membutuhkan orang lain, bisa dalam hal bertukar fikiran, berbagi pengalaman, pasti membutuhkan sifat saling tolong menolong, bahkan untuk membangun sebuah keluarga kita juga pasti membutuhkan orang lain untuk menjadi pasangan hidup kita. Terdapat beberapa perilaku yang dimiliki seseorang yang individu, diantaranya yaitu perilaku sadar, perilaku tidak sadar, perilaku tampak dan tidak tampak, perilaku kompleks dan sederhana, dan perilaku kognitif, afektif, kognatif, serta psikomotor.
Contoh:
Perkembangan dari sifat individu, manusia pada waktu lahir tampaknya sangat lemah namun bayi mempunyai banyak kemungkinan untuk berkembang. Bayi berproses dan anak akan berkembang menjadi dewasa, kehidupan dan masa depan dia pun tergantung oleh pertolongan seseorang yaitu orang tua yang bertindak sebagai pengasuhnya.

Kerjasama:
Pada dasarnya setiap individu pasti memiliki kekurangan dan pasti tidak selalu sempurna dalam hal apapun. Ketidak sempurnaan ini yang menyebabkan adanya kerjasama bagi setiap individu yang ingin menjadi sempurna. Kerjasama ini dapat terjadi pada beberapa kerjasama baik itu antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok ataupun individu dengan kelompok atau sebaliknya. Hidupnya suatu inividu tidak akan berjalan lancar apabila ia sama sekali tidak melakukan interaksi dengan indivudu lain, pastilah melakukan suatu kerja sama untuk mencapai cita-citanya.
Contoh:
Misal dalam sebuah perusahaan tidak akan berjalan lancar apabila pada setiap pegawai yang bekerjannya tidak melakukan komunikasi dan menjalankan kerjasama, pastilah perusahaan tersebut tidak akan maju karena tidak ada komunikasi yang menimbulkan kakta sepakat. Begitu juga kerjasama antara perusahaan yang dapat bekerjasama dengan melakukan sebuah pekerjaan yang tidak bisa hanya ditangani oleh satu perusahaan saja pastilah membutuhkan kerjasama antara perusahaan.

Kompetisi:
Kompetisi atau yang biasa disebut dengan persaingan sangat dibutuhkan oleh setiap individu yang ingin menjadi yang terbaik, tidah hanya itu kompetisi juga sebagai tolak ukur bagi invividu untuk mengetahui seberapa mampukan individu tersebut bersaing dalam setiap jenjangnya. Kompetisi ini biasa juga dikatakan pencarian yang baik dari yang terbaik artinya kesempurnaan adalah hasil dari kompetisi, kompetisi harus dilakukan dengan sehat artinya murni atau tidak ada kecurangan dalam menentukan yang terbaik dalam setiap persaingannya.
Contoh:
Pada setiap jenjang pendidikan baik dari SD sampai perguruan tinggi dalam setiap kelas pasti selalu terjadi persaingan untuk menjadi yang terbaik atau yang biasa kita sebut dengan ranking, pada tingkatan rangking pertama lah yang terbaik itu dapat ditentukan atau juga sebagai juara kelas.

Konflik:
Dalam  dunia kehidupan setiap individu pasti pernah mengalami konflik baik dari dirinya sendiri atau konflik dengan individu lain, konflik ini merupakan pertentangan atau perselisih paham dengan individulain mengenai apa yang dilakukan. Konflik sering terjadi apabila keduabelah pihas saling merasa benar dan merasa dirigikan dengan perbuatan dari yang bertikai. Konflik tidak hanya secara fisik tetapi juga bias berupa batin yang selalu dipendam dan terus menerus berkepanjangan.
Contoh:
Dalam suatu organisasi terdapat dua kelompok yang saling bertikai tentang apa yang mereka petentangkan, salah satu kelompok tersebut merasa benar dan satunya lagi merasa paling benar dengan apa yang mereka perbuat, pada akhirnya akan menimbulkan suatu konflik yang pada akhirnya berujung dengan ketidak harmonisan dalam organisasi tersebut yang justru akan memperburuk keadaan organisasi tersebut.

4.2
Pelapisan sosial
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Menurut beberapa ahli pelapisan masyarakat adalah sebagai berikut:
v Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).
v Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.
v Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
v Menurut max weber adalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
Kesamaan Derajat
Cita-cita kesamaan derajat sejak dulu telah diidam-idamkan oleh manusia. Agama mengajarkan bahwa setiap manusia adalah sama. PBB juga mencita- citakan adanya kesamaan derajat. Terbukti dengan adanya universal Declaration of Human Right, yang lahir tahun 1948 menganggap bahwa manusia mempunyai hak yang dibawanya sejak lahir yang melekat pada dirinya. Beberapa hak itu dimiliki tanpa perbedaan atas dasar bangsa, ras, agama atau kelamin, karena itu bersifat asasi serta universal. Indonesia, sebagai Negara yang lahir sebelum declaration of human right juga telah mencantumkan dalam paal-pasal UUD 1945 hak-hak azasi manusia. Pasal 2792) UUD 1945 menyatakan bahwa, tiap-tiap warganegara  berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Pasal 29(2)  menyatakan bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.
Elite dan Massa
Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut terlibat dalam kepemimpinan, sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk tidak diikut sertakan. Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan  kecil yang memegang kekuasaan.
Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan : “ posisi di dalam masyarakat di puncak struktur struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan, aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas.” Tipe masyarakat dan sifat pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas.” Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. Dalam masyarakat industri watak elitnya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitive.
Di dalam suatu pelapisan masyarakat tentu ada sekelompok kecil yang mempunyai posisi kunci atau mereka yang memiliki pengaruh yang besar dalam mengambil berbagai kehijaksanaan. Mereka itu mungkin para pejabat tugas, ulama, guru, petani kaya, pedagang kaya, pensiunan an lainnya lagi. Para pemuka pendapat (opinion leader) inilah pada umumnya memegang strategi kunci dan memiliki status tersendiri yang akhirnya merupakan elite masyarakatnya.
Contoh:
Dalam setiap individu tentu memiliki kesamaan yang sama, misalkan dalan setiap individu yang lahir kebumi ini mereka semuanya berhak mendapatkan pengasuhan sampain dapat hidup dengan mandiri, seterusnya ketika telah dewasa dan berhak mendapat pendidikan dan kasih saying dari orang tua. Semua individu tersebutlah yang berhak mendapatkanya dan semua derajat merekapun sama baik dimata Tuhan atau sesame individu.

Universitas Gunadarma

About this blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut